Halal bi halal YPI Masalikil Huda Tahunan, Jepara.
SUARA MASALIKIL HUDA- Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Halal bi Halal Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Masalikil Huda. Acara yang digelar di lingkungan yayasan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, tetapi juga menjadi momentum penting untuk introspeksi diri serta meneguhkan tekad kolektif dalam memajukan lembaga. Para guru, karyawan, pengurus yayasan, hingga pembina hadir bersama, melepas kangen sekaligus membuka lembaran baru dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat.
Dalam sambutannya yang menggugah, perwakilan dari guru dan karyawan, H. Ali Said, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar YPI Masalikil Huda. Dengan lugas, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya mengucapkan maaf secara lisan, tetapi juga menyadari dan menyebutkan kesalahan yang telah diperbuat.
“Kita sering kali minta maaf tanpa tahu kesalahannya. Padahal, dengan menyadari kesalahan, kita bisa benar-benar memperbaiki diri,” ujarnya mengawali introspeksi.
Lebih lanjut, H. Ali Said membeberkan beberapa kebiasaan kecil yang menjadi penghambat kemajuan, seperti ketidakhadiran guru di jam mengajar tanpa izin, keterlambatan datang, hingga kebiasaan pulang sebelum waktunya.
Menurutnya, praktik-praktik tersebut berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, menciptakan jam kosong yang merugikan siswa, serta menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menarik minat calon siswa baru. Ia menegaskan bahwa perubahan menuju akreditasi A menuntut adanya perubahan mindset menuju kedisiplinan yang tinggi dari seluruh elemen.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan pengurus YPI, H. Muhlisin, S.Ag., mengangkat tema besar “Maju Bersama”. Ia menekankan bahwa kemajuan tidak akan tercapai tanpa adanya silaturahmi yang erat dan kerja sama yang solid.
Tiga poin besar menjadi fokus perhatiannya: pertama, kesuksesan Penerimaan Murid Baru (PMB) untuk mendapatkan siswa yang tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas; kedua, permohonan maaf dari jajaran pengurus kepada seluruh stakeholder; dan ketiga, apresiasi serta permohonan maaf kepada panitia atas segala pelaksanaan acara.
Dewan Pembina YPI, Drs. H. Umardani, M.M., turut memberikan wejangan yang membakar semangat. Ia mengapresiasi kejujuran para guru dalam menyampaikan evaluasi diri, yang ia sebut sebagai “cambuk” untuk perbaikan ke depan.
“Kebersamaan, koordinasi antara pengurus, lembaga, dan komunikasi yang baik adalah kunci. Untuk mereka yang ingin mengabdikan diri di masa depan, lakukan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan Masalikil Huda,” pesannya, menekankan pentingnya dedikasi total.
Suasana semakin syahdu dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Muhammad Ridwan, S.Ag. Beliau mengingatkan bahwa dosa manusia terbagi menjadi dua, yakni dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia.
Tradisi Halal bi Halal menjadi sarana ampuh untuk menghapus dosa-dosa tersebut, sehingga manusia diharapkan dapat kembali suci bagaikan bayi yang baru lahir. “Mari kita lestarikan tradisi luar biasa ini. Perbaiki diri, minta maaf, dan saling memaafkan,” tuturnya.
Sebagai penutup, KH. Muhammad Ridwan juga menyampaikan ciri-ciri orang yang baik (birr), yaitu senantiasa bersedekah baik di waktu lapang maupun sempit, mampu menjaga diri dari hawa nafsu dan mudah emosi, memiliki hati yang lapang (atine jembar), tidak dengki, selalu bersyukur, serta tidak memutus tali silaturahmi. Halal bi Halal YPI Masalikil Huda pun ditutup dengan jabat tangan hangat dan doa bersama, mengukuhkan tekad untuk melangkah maju dengan disiplin, kebersamaan, dan hati yang bersih. (hartono)
