Peserta pelatihan Jurnalistik dan pengelolaan website YPI Masalikil Huda.
SUARA MASALIKIL HUDA- Dalam upaya memperkuat strategi syiar dan promosi di era digital, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Masalikil Huda menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik dan penggunaan website pada Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung BLKK Masalikil Huda ini dihadiri perwakilan guru dan karyawan dari lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai dari tingkat PAUD/SPS, MI, MTs, hingga MA. Agenda utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan website resmi sebagai media promosi utama Yayasan Masalikil Huda.
Media yayasan awalnya hanya dalam lingkup media sosial seperti instagram, tiktok dan facebook kali ini dilengkapi dengan pengelolaan website yang profesional, diharapkan setiap perkembangan, prestasi, dan kegiatan di lingkungan yayasan dapat terinformasikan kepada masyarakat luas secara cepat dan akurat.
Ada dua sesi dalam kegiatan tersebut yakni pelatihan jurnalistik atau menulis berita, serta tehnik pengelolaan website. “Tehnik menulis berita tidak bisa lepas dari rumus dasar yaitu 5W 1H”, ujar Ulil Abshor salah satu narasumber mengawali kegiatan pelatihan tersebut.
“5W+1H adalah metode dasar pengumpulan informasi atau analisis masalah secara komprehensif, mencakup What (Apa), Who (Siapa), Where (Di mana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana)”, ujar Ulil yang juga salah satu pengurus YPI Masalikil Huda.
“Rumus ini memastikan berita, laporan, atau pemecahan masalah memiliki alur yang jelas, detail, dan tidak menimbulkan kerancuan”, lanjutnya.
“Intinya, apapun jenis tulisannya baik, straight news (berita langsung), opini, artikel, feature, tidak bisa terlepas dari rumus 5W 1 H”, cetusnya.
Sementara itu, Deni Hendramawan selaku webmaster sekaligus penanggung jawab website membekali pemahaman teknis mengenai tata cara operasional website, mulai dari manajemen konten hingga pemilihan kata kunci agar website lebih hidup.
“Ada beberapa strategi untuk website ini agar trafficnya selalu tinggi, yakni konsistensi dalam mengisi konten setiap hari”, kata Deni.
“Selain konsistensi dalam mengisi konten, strategi lain yang harus diperhatikan adalah mulai pemilihan kata kunci (judul, kata) yang saat itu menjadi ternding topic di mesin google serta tagline agar web terus stabil”, tandasnya.
Sebagai bentuk evaluasi dan praktik nyata, di akhir pelatihan para admin diberikan tugas mandiri. Setiap perwakilan lembaga diminta untuk menyusun artikel berita mengenai jalannya pelatihan hari ini untuk kemudian diterbitkan pada laman website masing-masing.
Melalui langkah konkret ini, Yayasan Masalikil Huda berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi publik di seluruh jenjang pendidikan yang dikelolanya. (rita)
