SUARA MASALIKIL HUDA – Sebanyak 98 murid kelas 5A, 5B, dan 5C MI Masalikil Huda Tahunan mengikuti kegiatan Pembelajaran Luar Kelas pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung KBIHU Masalikil Huda Tahunan ini menghadirkan LAZISNU Ranting Tahunan sebagai narasumber utama. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai kepedulian sosial, zakat, infak, dan sedekah sejak dini kepada murid MI Masalikil Huda.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LAZISNU Ranting Tahunan Ibu Siti Ulfah, S.Kom. Kehadiran beliau juga disemarakkan oleh Ketua Tanfidziyah Bapak H. Ulil Abshor dan Rois Syuriyah NU Ranting Tahunan Gus Hasanudin yang turut antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.
Pemaparan Program LAZISNU Ranting Tahunan
Dalam pemaparannya, Ketua LAZISNU Ranting Tahunan menjelaskan bahwa LAZISNU adalah lembaga resmi NU yang bergerak di bidang penghimpunan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah.
Program NU CARE – LAZISNU Ranting Tahunan ada lima pilar yakni :
- NU CARE CERDAS : Membantu memberikan akses pendidikan berkualitas yang merata serta membuka kesempatan belajar bagi semua orang khususnya bagi siswa yatim-dhuafa dan berprestasi.
- NU CARE BERDAYA : Mendorong kemandirian dan mengupayakan meningkatnya pendapatan, kesejahteraan serta semangat kewirausahaan melalui kegiatan ekonomi dan pembentukan usaha.
- NU CARE SEHAT : Bertujuan untuk meningkatkan layanan di bidang kesehatan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu melalui tidakan kuratif maupun kegiatan preventif.
- NU CARE DAMAI : Meningkatkan layanan sosial dengan semangat dakwah Islam Ahlussunnah wal jama’ah dan misi kemanusian.
- NU CARE HIJAU : Program yang diarahkan untuk memlihara lingkungan dan sumber daya alam serta pemanfaatannya secara bijaksana.

Penghimpunan dana ZIS dijalankan melalui Pengumpulkan Koin NU, dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Secara amanah dan profesional LAZISNU kemudian menyalurkan bantuan kepada 8 asnaf yang berhak menerima sesuai syariat Islam dan sesuai program yang dijalankan untuk pemberdayaan Umat. Mengubah mustahik menjadi muzaki melalui program ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan lingkungan.
Diharapkan dengan kegiatan pembelajaran luar kelas dengan LAZISNU, murid bisa Menumbuhkan rasa empati, cinta, berbagi, dan pemahaman tentang pentingnya bersedekah sejak usia dini. dan bagi Lembaga Pendidikan bisa menjadi mitra dalam membentuk karakter siswa yang religius, peduli sosial, dan berakhlakul karimah.”Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tapi juga belajar langsung tentang arti berbagi. Dana ZIS yang terkumpul dari masyarakat nantinya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk beasiswa, santunan, dan program kemanusiaan,” jelas Ketua LAZISNU dalam materinya.
Antusiasme Siswa dan Pengurus NU Selama kegiatan, siswa kelas 5 ABC terlihat sangat antusias. Mereka menyimak materi, bertanya langsung, dan Ketua Tanfidziyah NU Ranting Tahunan mengapresiasi inisiatif MI Masalikil Huda. “Ini langkah bagus. Anak-anak perlu dikenalkan lembaga NU sejak dini agar kelak menjadi generasi yang cinta NU dan peduli sesama,” ujarnya. Senada, Rois Syuriyah NU Ranting Tahunan menyampaikan harapannya agar kerja sama antara madrasah dan LAZISNU terus berlanjut. “Semoga ini menjadi ladang amal jariyah untuk kita semua,” pungkasnya.Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari pihak madrasah kepada LAZISNU dan foto bersama 98 siswa kelas 5 ABC.
Kontributor: Tim Publikasi MI Masalikil Huda Tahunan
